MAKALAH KESEHATAN MASYARAKAT
|
KESEHATAN MASYARAKAT
KELOMPOK 4:
1.HENDRA(1931044010)-KETUA
2.ANDI NURDIANTI
EDIAL(1831040036)-SEKRETARIS
3.AHMA D
ARIF(1831040012)-BENDAHARA
4.MUH.FAHMIKUL
HAIDI(1831040047)-ANGGOTA
5.MUH.JALIL
HIRSAL(1831040002)-ANGGOTA
6.BUDI UTOMO(18310400230)-ANGGOTA
7.AHMAD ZIDANE
BAHDAT(1831040057)-ANGGOTA
|
|
DOSEN
PEMBIMBING :
Dr.Benny
Badaru, M.Pd
|
|
2019
|
MAKALAH
PENDIDIKAN KESEHATAN SEKOLAH
“KESEHATAN MASYARAKAT”
OLEH
KELOMPOK 4
Hendra
Andi Nurdianti Edial
Muh.fahmikhul haidi
Ahmad Zidane Bahdat
Budi utomo
Muh Jalil Hirsal
Ahmad D Arif
PENJASKESREK
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2019
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala rahmat, karunia, serta taufik
dan hidayah-Nya sehingga makalah mengenai “Kesehatan Masyarakat” ini dapat
diselesaikan tepat waktu.Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Benny B, M.Pd yang telah membimbing dan memberikan tugas ini. Kami sangat berharap
dengan adanya makalah ini dapat memberikan manfaat dan edukasi mengenai
kesehatan masyarakat. Selain itu kami juga sadar bahwa pada makalah kami ini
dapat ditemukan banyak sekali kekurangan serta jauh dari kesempurnaan. Oleh
sebab itu, kami benar-benar menanti kritik dan saran untuk kemudian dapat kami
revisi dan kami tulis di masa yang selanjutnya, sebab sekali lagi kami
menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa disertai saran yang
konstruktif. Akhirnya, semoga laporan ini dapat berguna dan memberikan manfaat
bagi setiap pihak terutama bagi mereka para pembaca.
Makassar, 16 September 2019
Kelompok 4 PJKR
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.……………………………………………………………….2
KATA PENGANTAR............................................................................................ 3
DAFTAR ISI............................................................................................................ 4
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................................................... 5
A. Latar Belakang............................................................................................... 5
B. Rumusan Masalah.......................................................................................... 5
C. Tujuan............................................................................................................ 6
D. Manfaat……………………………………………………………………....6
BAB II PEMBAHASAN......................................................................................... 7
A. Sejarah
Ilmu Kesehatan Masyarakat………….............................................. 7
B. Defenisi
Kesehatan Masyarakat..................................................................... 8
C. Faktor
Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Masyarakat……….………..9
D. Sasaran
Kesehatan Masyarakat...................................................................... 11
BAB III PENUTUP................................................................................................. 13
A. Kesimpulan.................................................................................................... 13
B. Saran.............................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 14
LAMPIRAN............................................................................................................. 15
A. Biodata
Kelompok……..…………………………………………………….15
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Kesehatan
merupakan bagian penting dari kesejahteraan mayarakat. Semenjak umat manusia
menghuni planet bumi ini, sebenarnya mereka sudah seringkali menghadapi
masalah-masalah kesehatan serta bahaya kematian yang disebabkan oleh
faktor-faktor lingkungan hidup yang ada disekeliling mereka seperti benda mati,
mahkluk hidup, adat istiadat,kebiasaan dan lain-lain. Namun oleh karena
keterbatasan ilmu pengetahuan mereka pada saat itu, maka setiap kejadian yang
luar biasa dalam kehidupan mereka selalu diasosiasikan dengan hal-hal yang
bersifat mistik .Masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat penting yang
dihadapi oleh masyarakat kita saat ini . Semakin maju teknologi di bidang kedokteran
,semakin banyak pula macam penyakit yang mendera masyarakat. Kesehatan
masyarakat bukan hanya berbicara atau berteori tentang penyakit penyebarannya
(epidemiologi), tentang gizi makanan, tentang kesehatan lingkungan, tentang
ilmu perilaku dan pendidikan, tetapi juga bagaimana aplikasi atau penerapan
teori-teori tersebut dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan masyarakat dalam
rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
B. Rumusan
Masalah
Pada makalah ini
akan di bahas mengenai konsep dari kesehatan masyarakat, yaitu antara lain:
1. Bagaimana
sejarah kesehatan masyarakat
?
2. Apa
defenisi kesehatan masyarakat
?
3. Apa
faktor faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat ?
4. Siapa
saja sasaran kesehatan masyarakat
?
C. Tujuan
Setiap kegiatan
yang dilakukan selalu diarahkan unruk mencapai tujuan tertentu, demikian pula
halnya dengan makalah
ini. Tujuan yang ingin dicapai
adalah sebagai
berikut:
1. untuk
mengetahui sejarah kesehatan masyarakat
2. untuk
mengetahui apa definisi kesehatan masyarakat
3. untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat
4. untuk
mengetahui siapa saja sasaran kesehatan masyarakat
D. Manfaat
Setiap permasalahan diharapkan dapat memberikan dan memperoleh hasil yang
positif dalam makalah ini mengenai kesehatan masyarakat, maka manfaat yang
harapkan adalah sebagai berikut:
1.
Agar mengetahui sejarah kesehatan masyarakat
2.
Agar mengetahui apa definisi kesehatan masyarakat
3.
Agar mengetahui faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat
4.
Agar mengetahui
siapa saja sasaran kesehatan masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Membicarakan
kesehatan masyarakat tidak terlepas dari 2 tokoh metologi Yunani, yakni
Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita mitos Yunani tersebut Asclepius
disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak
disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya tetapi
diceritakan bahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah
berdasarkan prosedur-prosedur tertentu (surgical procedure) dengan baik.
Higeia, seorang asistennya, yang
kemudian diceritakan sebagai isterinya juga telah melakukan upaya-upaya
kesehatan. Beda antara Asclepius dengan Higeia dalam pendekatan / penanganan
masalah kesehatan adalah, Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit),
setelah penyakit tersebut terjadi pada seseorang. Sedangkan Higeia mengajarkan
kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah kesehatan melalui “hidup seimbang”,
menghindari makanan / minuman beracun, makan makanan yang bergizi (baik), cukup
istirahat dan melakukan olahraga. Apabila orang yang sudah jatuh sakit Higeia
lebih menganjurkan melakukan upaya-upaya secara alamiah untuk menyembuhkan
penyakitnya tersebut, antara lain lebih baik dengan memperkuat tubuhnya dengan
makanan yang baik daripada dengan pengobatan / pembedahan.
Dari cerita mitos Yunani, Asclepius dan
Higeia tersebut, akhirnya muncul 2 aliran atau pendekatan dalam menangani
masalah-masalah kesehatan. Kelompok atau aliran pertama cenderung menunggu
terjadinya penyakit (setelah sakit), yang selanjutnya disebut pendekatan
kuratif (pengobatan). Kelompok ini pada umumnya terdiri dari dokter, dokter
gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit
baik fisik, psikis, mental maupun sosial.
Sedangkan kelompok kedua, seperti halnya
pendekatan Higeia, cenderung melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan
meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadinya penyakit. Kedalam kelompok
ini termasuk para petugas kesehatan masyarakat lulusan-lulusan sekolah atau
institusi kesehatan masyarakat dari berbagai jenjang. Dalam perkembangan
selanjutnya maka seolah-olah timbul garis pemisah antara kedua kelompok
profesi, yakni pelayanan kesehatan kuratif (curative health care) dan pelayanan
pencegahan atau preventif (preventive health care). Kedua kelompok ini dapat
dilihat perbedaan pendekatan yang dilakukan antara lain sebagai berikut :
pendekatan kuratif pada umumnya
dilakukan terhadap sasaran secara individual, kontak terhadap sasaran (pasien)
pada umumnya hanya sekali saja. Jarak antara petugas kesehatan (dokter, drg,
dan sebagainya) dengan pasien atau sasaran cenderung jauh.Sedangkan pendekatan
preventif, sasaran atau pasien adalah masyarakat (bukan perorangan)
masalah-masalah yang ditangani pada umumnya juga masalah-masalah yang menjadi
masalah masyarakat, bukan masalah individu. Hubungan antara petugas kesehatan
dengan masyarakat (sasaran) lebih bersifat kemitraan tidak seperti antara
dokter-pasien.
pendekatan kuratif cenderung bersifat
reaktif, artinya kelompok ini pada umumnya hanya menunggu masalah datang.
Seperti misalnya dokter yang menunggu pasien datang di Puskesmas atau tempat
praktek. Kalau tidak ada pasien datang, berarti tidak ada masalah, maka
selesailah tugas mereka, bahwa masalah kesehatan adalah adanya
penyakit.Sedangkan kelompok preventif lebih mengutamakan pendekatan proaktif,
artinya tidak menunggu adanya masalah tetapi mencari masalah. Petugas kesehatan
masyarakat tidak hanya menunggu pasien datang di kantor atau di tempat praktek
mereka, tetapi harus turun ke masyarakat mencari dan mengidentifikasi masalah
yang ada di masyarakat, dan melakukan tindakan.
pendekatan kuratif cenderung melihat dan
menangani klien atau pasien lebih kepada sistem biologis manusia atau pasien
hanya dilihat secara parsial, padahal manusia terdiri dari kesehatan
bio-psikologis dan sosial, yang terlihat antara aspek satu dengan yang lainnya.
Sedangkan pendekatan preventif melihat
klien sebagai makhluk yang utuh, dengan pendekatan yang holistik. Terjadinya
penyakit tidak semata-mata karena terganggunya sistem biologi individual tetapi
dalam konteks yang luas, aspek biologis, psikologis dan sosial. Dengan demikian
pendekatannya pun tidak individual dan parsial tetapi harus secara menyeluruh
atau holistik.
B. Defenisi
Kesehatan Masyarakat
Sudah banyak
para ahli kesehatan membuat batasan kesehatan masyarakat ini. Secara kronologis
batasan-batasan kesehatan masyarakat mulai dengan batasan yang sangat sempit
sampai batasan yang luas seperti yang kita anut saat ini dapat diringkas
sebagai berikut. Batasan yang paling tua, dikatakan bahwa kesehatan masyarakat
adalah upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang mengganggu
kesehatan. Dengan kata lain kesehatan masyarakat adalah sama dengan sanitasi.
Upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan sanitasi lingkungan adalah merupakan
kegiatan kesehatan masyarakat. Kemudian pada akhir abad ke-18 dengan
diketemukan bakter-bakteri penyebab penyakit dan beberapa jenis imunisasi,
kegiatan kesehatan masyarakat adalah pencegahan penyakit yang terjadi dalam
masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit
melalui imunisasi.
Pada awal abad ke-19, kesehatan
masyarakat sudah berkembang dengan baik, kesehatan masyarakat diartikan suatu
upaya integrasi antara ilmu sanitasi dengan ilmu kedokteran. Sedangkan ilmu
kedokteran itu sendiri merupakan integrasi antara ilmu biologi dan ilmu sosial.
Dalam perkembangan selanjutnya, kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi
dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan pengobatan (kedokteran) dalam mencegah
penyakit yang melanda penduduk atau masyarakat.
C. Faktor
Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Masyarakat
“Health is not
everything but without health everything is nothing”
Slogan di atas sangatlah tepat untuk menjadi cerminan perilaku kita sehari-hari, karena betapa ruginya kita semua jika dalam keadaan sakit. Waktu produktif kita menjadi berkurang, belum lagi biaya berobat yang semakin mahal menjadi beban bagi keluarga dan sanak saudara kita. Menurut Hendrik L. Blumm, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu: factor perilaku, lingkungan, keturunan dan pelayanan kesehatan
Slogan di atas sangatlah tepat untuk menjadi cerminan perilaku kita sehari-hari, karena betapa ruginya kita semua jika dalam keadaan sakit. Waktu produktif kita menjadi berkurang, belum lagi biaya berobat yang semakin mahal menjadi beban bagi keluarga dan sanak saudara kita. Menurut Hendrik L. Blumm, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu: factor perilaku, lingkungan, keturunan dan pelayanan kesehatan
a. Faktor Genetik
Faktor ini
paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perorangan atau masyarakat
dibandingkan dengan faktor yang lain.Pengaruhnya pada status kesehatan
perorangan terjadisecara evolutif dan paling sukar di deteksi .Untuk itu ,perlu
dilakukan konseling genetik .Untuk kepentingan kesehatan masyarakat atau
keluarga ,faktor genetikperlu mendapat perhatian dibidang pencegahan penyakit.
Misalnya :seorang anakyang lahir dari orangtua penderita diabetas melitus akan
mempunyai resiko lebih tinggi dibandingkan anak yang lahir dari orang tua bukan
penderita DM.Untuk upaya pencegahan ,anak yang lahir dari penderita DM harus
diberi tahu dan selalu mewaspadaif aktor genetik yang diwariskan orangtuanya
.Olehkarenanya ,ia harus mengatur dietnya ,teratur berolahraga dan upaya
pencegahan lainnya sehingga tidak ada peluang faktor genetiknya berkembang
menjadi faktor resiko terjadinya DM pada dirinya .Jadi dapat di umpamakan
,genetik adalah peluru (bullet ) tubuh manusia adalah pistol (senjata),dan
lingkungan /prilaku manusia adalah pelatuknya (trigger). Semakin besar penduduk
yang memiliki resiko penyakit bawaan akan semakin sulit upaya meningkatkan
derajat kesehatan. Oleh karena itu perlu adanya konseling perkawinan yang baik
untuk menghindari penyakit bawaan yang sebenarnya dapat dicegah munculnya.
Akhir-akhir ini teknologi kesehatan dan kedokteran semakin maju. Teknologi dan
kemampuan tenaga ahli harus diarahkan untuk meningkatkan upaya mewujudkan
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
b. Faktor Pelayanan Kesehatan
Ketersediaan
pelayanan kesehatan ,dan pelayanan kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh
terhadap derajat kesehatan masyarakat .Pengetahuan dan keterampilan petugas
kesehatan yang diimbangi dengan kelengkapan sarana /prasarana ,dan dana akan
menjamin kualitas pelayanan kesehatan .Pelayanan seperti ini akan mampu
mengurangi atau mengatasi masalah kesehatan yang berkembang di suatu wilayah
atau kelompok masyarakat.Misalnya ,jadwal imunisasi yang teratur da penyediaan
vaksin yang cukup sesuai dengan kebutuhan ,serta informasitentang pelayanan
imunisasi yang memadai kepada masyarakat akan meningkatkan cakupan
imunisasi.Cakupan imunisasiyang tinggi akan menekan angka kesakitan akibat
penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi .
Saat ini pemerintah telah berusaha memenuhi 3 aspek yang sangat terkait dengan upaya pelayanan kesehatan, yaitu upaya memenuhi ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dengan membangun Puskesmas, Pustu, Bidan Desa, Pos Obat Desa, dan jejaring lainnya. Pelayanan rujukan juga ditingkatkan dengan munculnya rumah sakit-rumah sakit baru di setiap kab/kota.
Saat ini pemerintah telah berusaha memenuhi 3 aspek yang sangat terkait dengan upaya pelayanan kesehatan, yaitu upaya memenuhi ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dengan membangun Puskesmas, Pustu, Bidan Desa, Pos Obat Desa, dan jejaring lainnya. Pelayanan rujukan juga ditingkatkan dengan munculnya rumah sakit-rumah sakit baru di setiap kab/kota.
c. Faktor Prilaku Masyarakat
Faktor ini
terutama di negara berkembang paling besar pengaruhnya terhadap munculnya
gangguan kesehatan atau masalah kesehatan i masyarakat .Tersedianya jasa
pelayanan kesehatan (health service) tanpa disertai perubahan tingkah laku
(peran serta) masyarakat akan mengakibatkan masalah kesehatan tetap potensial
berkembang di masyarakat.Misalnya: Penyediaan fasilitas dan imunisasi tidak
akan banyak manfaatnya apabila ibu ibu tidak datang ke pos-pos
imunisasi.Perilaku ibu ibu yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan yang
sudah tersedia adalah akibat kurangnya pengetahuan ibu ibu tentang manfaat
imunisasi dan efeksampingnya.Pengetahuan ibu ibu akan meningkat karena adanya
penyuluhan kesehatan tentang imunisasi yang di berikan oleh petugas kesehatan
.Perilaku individu atau kelompok masyarakat yang kurang sehat juga akan
berpengaruh pada faktor lingkungan yang memudahkan timbulnya suatu penyakit.
Perilaku yang sehat akan menunjang meningkatnya derajat kesehatan, hal ini
dapat dilihat dari banyaknya penyakit berbasis perilaku dan gaya hidup.
Kebiasaan pola makan yang sehat dapat menghindarkan diri kita dari banyak
penyakit, diantaranya penyakit jantung, darah tinggi, stroke, kegemukan,
diabetes mellitus dan lain-lain. Perilaku/kebiasaan memcuci tangan sebelum
makan juga dapat menghindarkan kita dari penyakit saluran cerna seperti
mencret-mencret lainnya.
d. Faktor Lingkungan
Lingkungan yang
mendukung gaya hidup bersih juga berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan.
Dalam kehidupan di sekitar kita dapat kita rasakan, daerah yang kumuh dan tidak
dirawat biasanya banyak penduduknya yang mengidap penyakit seperti: gatal-gatal,
infeksi saluran pernafasan, dan infeksi saluran pencernaan. Penyakit demam
berdarah juga dipengaruhi oleh factor lingkungan. Lingkungan yang tidak bersih,
banyaknya tempat penampungan air yang tidak pernah dibersihkan memyebabkan
perkembangan nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah meningkat. Hal ini
menyebabkan penduduk si sekitar memiliki resiko tergigit nyamuk dan tertular
demam berdarah.
Untuk menganalisis program kesehatan dilapangan ,paradigma H.L.Blum dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan masalah sesuai dengan faktor faktor yang berpengaruh pada status kesehatan masyarakat .Analisis ke – 4 fator tersebut perlu dilakukan secara cermat sehingga masalah kesmas dan masalah program dapat di rumuskan dengan jelas .Analisis ke -4 faktor ini adalah bagian dari analisis situasi (bagian dari fungsi perencnaan)untuk pengembangan program kesehatan di suatu wilayah tertentu.
Untuk menganalisis program kesehatan dilapangan ,paradigma H.L.Blum dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan masalah sesuai dengan faktor faktor yang berpengaruh pada status kesehatan masyarakat .Analisis ke – 4 fator tersebut perlu dilakukan secara cermat sehingga masalah kesmas dan masalah program dapat di rumuskan dengan jelas .Analisis ke -4 faktor ini adalah bagian dari analisis situasi (bagian dari fungsi perencnaan)untuk pengembangan program kesehatan di suatu wilayah tertentu.
D. Sasaran
Kesehatan Masyarakat
· Keluarga
Keluarga
binaan yang mempunyai masalah keperawatan dan kesehatan yang tergolong dalam
keluarga resiko resiko tinggi ,diantaranya adalah:
1.Anggota
keluarga yang menderita penyakit menular
2.Keluarga
keluarga denga kondisi sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah
3.Keluarga
keluarga dengan masalah sanitasi lingkungan yang buruk
4.Keluarga
keluarga dengan keadaan gizi buruk
5.Keluarga
keluarga dengan jumlah keluarga yang banyak di luar kemampuan kapasitas keluarga
·
Kelompok
Kelompok
kelompok khusus yang menjadi sasaran dalam penyuluhan kesehatan masyarakat
adalah:
1.Kelompok
ibu hamil
2.kelompok
ibu ibu yang memiliki anak balita
3.kelompok
PUS dengan resiko tinggi kebidanan.
4.kelompok
kelompok masyarakat yang rawan terhadap masalah kesehatan
diantaranya adalah :
a.
Kelompok usia lanjut
b.
Kelompokwanita tuna susila
c.
Kelompok anak remaja yang terlibat dalam penyalahgunan narkotika
5.Kelompok
kelompok masyarakat yang ada diberbagai institusi pelayanan
kesehatan seperti:
a.
Masyarakat sekolah
b.
Pekerja pekerja dalam perusahaan.
·
Masyarakat
Masyarakat
yang menjadi sasaran dalam penyuluhan kesehatan adalah:
1.Masyarakat
binaan Puskesmas
2.Masyarakat
Nelayan
3.Masyarakat
Pedesaaan
4.Masyarakat
yang datang ke institusi pelayanan kesehatan seperti Puskesmas
,posyandu
yang diberikan penyuluhan kesehatan secara massal.
5.Masyarakat
yang luas yang terkena masalah kesehatan.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
·
Asclepius: dokter
pertama yang dapat mengobati penyakit dan melakukan pembedahan dengan cara
tertentu. Higiena, asisten/isri Asclepius, mengajarkan pada pengikutnya melalui
pendekatan Hidup seimbang, menghindari makanan/minuman beracun, makan makan
yang bergizi, cukup istirahat dan olah raga. Dari cerita mitos Yunani tersebut,
muncul dua pendekatan dalam penangan kesehatan, aliran pertama lebih menekankan
pengobatan (kuratif), aliran kedua lebih menekankan pencegahan (preventif) dan
peningkatan (promosi) kesehatan.
·
Ilmu Kesehatan
Masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk :
(1)
Mencegah
timbulnya penyakit ,
(2)
Memperpanjang umur
(3)
Meningkatkan
nilai kesehatan fisik dan mental melalui usaha usaha kesehatan masyarakat yang
terorganisasi.
·
Menurut Hendrik L.
Blumm, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu:
factor perilaku, lingkungan, keturunan dan pelayanan kesehatan.
·
Sasaran Kesehatan
masyarakat yaitu: individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
B. Saran
Hendaknya para
mahasiswa giat belajar agar bisa menenggulangi permasalahan kesehatan
masyarakat yang sangat banyak saat ini.
Dan dukungan dari pemerintah dan
kesadaran dari masyarakat harus lebih di tingkatkan supaya tercipta derajat
kesehatan masyarakat yang sebaik-baiknya dan yang setingi-tingginya.
DAFTAR PUSTAKA
Entjang, Indan, 2000, Ilmu
Kesehatan Masyarakat. Bandung: Citra Aditya Bakti
http://indonesianpublichealth.blogspot.com/2009/08/sejarah-kesehatan-masyarakat.html
http://veteriner-island.blogspot.com/2009/12/sejarah-kesehatan-masyarakat.html
http://www.iklandisiniaja.com/582/Faktor_faktor_yang_mempengaruhi_derajat_kesehatan.html
http://indonesianpublichealth.blogspot.com/2009/08/sejarah-kesehatan-masyarakat.html
http://veteriner-island.blogspot.com/2009/12/sejarah-kesehatan-masyarakat.html
http://www.iklandisiniaja.com/582/Faktor_faktor_yang_mempengaruhi_derajat_kesehatan.html
Kumpulan Materi Kesmas Bahan
Bacaan Jurusan Kebidanan Politeknik Makassar.
LAMPIRAN
A. Biodata Kelompok
1.
Nama :
Hendra
NIM :
1931044010
TTL :
Noling, 14 September 1994
Hobi : Bola
Hockey / Hoki
Email : haendrha127@gmail.com
No.Hp :
085255475096
2.
Nama :
Andi Nurdianti Edial
NIM :
1831040036
TTL :
Makassar, 31 Maret 2000
Hoi : Main basket
Email :
Andinurdiantiedial77@gmail.com
No.Hp :
082292165318
3.
Nama :Muh.fahmikhul
haidi
NIM :1831040047
Ttl : Bulukumba,27
mei 2000
Hobi :sepakbola
No.Hp :081342395122
4.
Nama : Ahmad Zidane Bahdat
Nim :
1831040057
TTL :
makassar, 21 Juli 1999
Hobi : nonton
HP :
082290206420
5.
Nama :
Budi utomo
NIM :
1831040023
TTL :
Kampung Baru, 22 Oktober 1999
Hobi :
volly
Email :
budib4181@gmail.com
No.Hp :
085146029892
6.
Nama :
Ahmad D Arif
NIM :
1831040012
Hobi :
Jogging
No.Hp :
085299896439
7.
Nama : Muh
Jalil Hirsal
NIM :
1831040002
TTL :
Bontosunggu 07 Oktober 2000
Hobi :
Lari
No HP : 0823
45554 177
Komentar
Posting Komentar