Makalah Pendidikan Kesehatan Sekolah

Pendidikan Kesehatan Sekolah

https://drive.google.com/file/d/1DnSAsDn_zacUbA7UZsbGWsdJLqNq4NYj/view?usp=sharinghttps://drive.google.com/file/d/1DnSAsDn_zacUbA7UZsbGWsdJLqNq4NYj/view?usp=sharing





BAB I 

PENDAHULUAN 

A. Latar Belakang 

Kejadian penyakit menular maupun gangguan kesehatan pada  manusia, tidak terlepas dari peran faktor lingkungan. Hubungan interaktif  antara manusia serta perilakunya dengan komponen lingkungan yang memiliki  potensi bahaya penyakit, juga dikenal sebagai proses kejadian penyakit.  Sedangkan proses kejadian penyakit satu dengan yang lain masing-masing  mempunyai karakteristik tersendiri. Dalam hal ini faktor lingkungan  memegang peranan sangat penting. 

Interaksi manusia dengan lingkungan telah menyebabkan kontak  antara kuman dengan manusia. Sering terjadi kuman yang tinggal di tubuh host  kemudian berpindah ke manusia karena manusia tidak mampu menjaga  kebersihan lingkungan. Hal ini tercermin dari tingginya kejadian penyakit 

menular berbasis lingkungan yang masih merupakan masalah kesehatan  terbesar masyarakat Indonesia 

B. Rumusan Masalah 

1. Apa yang dimaksud dengan penyakit menular dan tidak menular ? 2. Apa saja jenis penyakit menular dan tidak menular ? 

3. Bagaimana cara penularan penyakit menular ? 

4. Bagaimana pencegahan penyakit menular dan tidak menular ? C. Tujuan Penulisan  

Untuk mengetahui : 

1. Apa yang dimaksud dengan penyakit menular dan tidak menular ? 2. Apa saja jenis penyakit menular dan tidak menular ? 

3. Bagaimana cara penularan penyakit menular ? 

4. Bagaimana pencegahan penyakit menular dan tidak menular ?

D. Manfaat Penulisan  

Untuk memberikan keringanan kepada orang awam maupun ahli apabila ingin  mencari materi dengan judul yang sama.


BAB II 

PEMBAHASAN 

A. Pengertian Penyakit Menular dan Tidak Menular  

a. Penyakit menular 

Penyakit menular ialah penyakit yang dapat berpindah dari seseorang ke  orang lain. Penyakit dapat ditularkan baik melalui kontak langsung dengan  penderita, melalui binatang perantara, udara, makanan dan minuman, atau benda benda yang sudah tercemar oleh bakteri, virus, cendawan, atau jamur. 

Masalah dominannya penyakit menular dalam komposisi penyakit yang  abadi di Indonesia tentu tidak menggembirakan. Berkembangnya penyakit  menular di Indonesia merupakan akibat dari rendahnya tingkat pendidikan  masyarakat, ditambah lagi dengan keadaan lingkungan yang kurang terawat  menyebabkan munculnya berbagai wabah penyakit. Untuk mencegah dan  mengatasi wabah penyakit itu, pemerintah membekali setiap petugas kesehatan  dengan pengetahuan dan keterampilan untuk pence-gahan serta penanganan  masalah wabah penyakit menular tersebut. 

b. Penyakit Tidak Menular 

PTM atau penyakit tidak menular merupakan suatu penyakit yang jika Anda  melakukan kontak dengan penderita tidak akan menular. Biasanya PTM ini dapat  disebabkan oleh faktor genetik dan diikuti dengan gaya hidup yang tidak sehat.  Faktor risiko yang mempengaruhi terjadi penyakit tidak menular diantaranya  adalah kegemukan (kelebihan berat badan), tekanan darah yang meningkat,  peningkatan kadar glukosa dalam darah, serta tingkat kolesterol dalam darah yang  tidak optimal terutama peningkatan kadar kolesterol LDL (Low Desity  Lipoprotein) atau yang biasa disebut dengan kolesterol jahat. 

Kondisi penyakit tidak menular yang sangat tinggi di Indonesia menjadikan  pemerintah membuat Pedoman Gizi Seimbang dengan sedemikian rupa sehingga  dapat menjadi pedoman untuk masyarakat untuk melakukan hidup sehat. Di  dalam pedoman tersebut dijelaskan bahwa setiap orang harus membatasi 

konsumsi Gula, Garam, dan Lemak/minyak yang bertujuan untuk mencegah  terjadinya penyakit tidak menular. 

Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak/Minyak.Dalam PGS 2013  disebutkan bahwa dalam sehari batas konsumsi Gula 4 sendok makan, Garam 1  sendok teh, dan Lemak/minyak 5 sendok makan. Hal tersebut berkaitan dengan  dampak yang ditimbulkan jika mengonsumsi 3 hal tersebut secara berlebihan. 

Konsumsi Gula Berlebih 

Konsumsi gula yang melebihi kebutuhan dapat menyebabkan peningkatan  berat badan. Namun, jika Anda mengonsumsi gula yang berlebihan secara terus  menerus dalam jangka panjang maka dapat meningkatkan kadar gula dalam darah  dan menyebabkan terjadinya diabetes melitus tipe-2. 

Konsumsi Garam Berlebih 

Garam atau NaCl merupakan pemberi rasa asin pada makanan. Di dalam  kandungan garam terdapat kandungan natrium yang mana jika garam dikonsumsi  secara berlebihan maka konsumsi konsumsi natrium juga berlebih. Konsumsi  natrium yang berlebih akan meningkan tekanan darah seseorang sehingga dapat  menyebabkan terjadinya hipertensi. 

Konsumsi Lemak Berlebih 

Lemak yang ada di dalam makanan dapat meningkatkan jumlah energi dan  membantu penyerapan vitamin A,D,E,K serta menambah kelezatan makanan.  Namun, jika konsumsi lemak/minyak yang berlebihan dapat mengurangi  konsumsi makanan yang lainnya. Hal tersebut disebabkan karena lemak yang ada  di dalam tubuh relatif lebih lama dicerna dibandingkan dengan sumber  karbohidrat dan protein sehingga tubuh merasa kenyang dalam waktu yang lama.  Selain itu, konsumsi lemak/minyak secara berlebih akan meningkatkan kadar  kolesterol dalam darah sehingga berisiko terjadinya penyakit jantung atau stroke  di kemudian hari.

B. Jenis – Jenis Penyakit Menular dan Tidak Menular  

a.) Penyakit Menular  

Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah  masalah air bersih, persampahan dan sanitasi, yaitu kebutuhan akan air bersih,  pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta  pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai. Hal tersebut  menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersumbatnya saluran/sungai karena  sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan  penyakit. 

Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik  serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah: 

a. Penyakit Tifus 

Penyebab: bakteri Salmonella typhi. 

Masa inkubasi: 10-14 hari. 

Cara penularan: melalui makanan dan minuman yang  mengandung Salmonella twhi. 

Gejala-gejala: 

Merasa menggigil, letih, lemah dan sakit kepala, 

Hilang nafsu makan, diikuti dengan pendarahan hidung, 

Sakit punggung, mencret, dan sembelit, 

Kebanyakan penderita ini juga me-ngalami radang  tenggorokan sehingga pada taraf permulaan penyakit  

tifus itu mungkin kelihatan seperti radang paru-paru. 

Pencegahan dan pemberantasannya: 

Pendidikan kesehatan kepada masya-rakat tentang penyakit  tifus. 

Usahakanlah air minum dimasak sampai mendidih. 

Menjaga kebersihan pribadi dan keluarga. 

Menjaga kebersihan makanan dan minuman.

Menghilangkan sumber penularan dengan mencari dan  mengobati semua penderita dalam masyarakat. 

b. Penyakit Kolera 

Penyebab: Vibrio Cholerae untuk kolera asiatica dan Vibrio  Cholerae Eltor untuk kolera eltor. 

Masa inkubasi: beberapa jam sampai 5 hari. 

Cara penularannya: melalui makanan dan minuman yang  terkontaminasi (tercemar) oleh bibit penyakit kolera. 

Gejala-gejala: 

Perut terasa sakit dan buang air besar lebih dari 20 kali  sehari, 

Sering muntah-muntah, 

Badan menjadi kurus karena kekurangan cairan tubuh, Mata cekung dan dalam keadaan yang parah otot menjadi  kaku/kejang dan tidak dapat kencing, serta 

Pencegahan dan pemberantasannya: 

Melaporkan jika menemukan wabah penyakit ini  secepatnya kepada pihak yang terkait. 

Isolasi penderita dan desinfeksi benda-benda yang  berbahaya untuk penularan. 

Pengobatan dan meniadakan sumber penularan. 

Penyelidikan dan pemeriksaan epidemiologis di lapangan  berupa:pemeriksaan contact person, pemeriksaan air yang  dikonsumsi penderita, serta Pendidikan kesehatan  kepada masyarakat, Peningkatan kesehatan lingkungan. 

c. Penyakit Tuberculosis (TB) 

Penyebab: bakteri Mycobacterium Tuberculosa. 

Masa inkubasi: antara 4-6 minggu. 

Cara penularannya: 

melalui pernapasan, bakteri masuk ke dalam paru-paru  bersama udara.

melalui susu sapi yang diminum tanpa dipasteurisasi  terlebih dahulu. 

Gejala-gejala: 

terasa lesu, demam,berat badan menurun,berkeringat pada  malam hari, sertabatuk yang sukar sembuh dan kadang kadang mengeluarkan darah. 

Pencegahan dan pemberantasan: 

Pada umumnya, pencegahan dan pemberantasan  penyakit TB dijalankan dengan usaha-usaha sebagai berikut. 

Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit  TB. 

Pencegahan dengan cara:vaksinasi BCG pada anak-anak  umur 0-14 tahun dan,chemoprophylactic dengan INH pada  keluarga penderita atau orang-orang yang pernah kontak  dengan penderita. 

d. Penyakit Hepatitis 

Hepatitis ialah peradangan hati yang menahun karena suatu  infeksi atau keracun-an. 

Penyebab: penyebab penyakit hepatitis ialah virus. Masa inkubasi: selama 2-6 minggu 

Cara penularan: 

Pada ibu hamil bila terserang virus hepatitis B dapat  menularkan pada bayinya yang ada di dalam kandung-an  atau sewaktu menyusui. Bentuk penularan seperti inilah  yang sering dijumpai pada penyakit hepatitis B. 

Penularan hepatitis C dan Delta melalui tranfusi darah. Hepatitis E penularannya melalui mulut. 

Gejala-gejala: 

Badan terasa lemah, suhu badan meningkat, mual-mual,  dan kadang- kadang muntah, disertai sakit kepala,

Setelah beberapa hari, air seninya berwarna seperti teh  pekat, dan 

Mata terlihat kuning, akhirnyaseluruh kulit tubuh menjadi  kuning. 

Pencegahan dan pemberantasannya: Pencegahan dan  pemberantasan penyakit hepatitis dijalankan dengan usaha usaha sebagai berikut. 

Pendidikan kesehatan kepada masya-rakat tentang penyakit  hepatitis, bahaya-bahayanya, cara penularannya, serta  usaha-usaha pencegahannya. 

Pencegahan dengan cara memberikan vaksinasi. 

Tindakan yang tidak kalah pentingnya adalah istirahat yang  teratur, pengaturan makanan, dan makan obat-obatan. 

e. Infeksi Saluran Pernapasan  

Penyebab : rhinovirus dan coronavirus. Virus lain juga yaitu  parainfluenza, respiratory syncytial virus dan adenovirus  Masa inkubasi : 2-3 hari setelah infeksi dan berlangsung  selama 2 – 14 hari. 

Cara penularan : Penularan virus atau bakteri penyebab ISPA  dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang  yang terinfeksi. Virus atau bakteri dalam percikan liur akan  menyebar melalui udara, masuk ke hidung atau mulut orang  lain.Selain kontak langsung dengan percikan liur penderita,  virus juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda  yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita. 

Gejala – gejala : Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut  berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan  mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala  tersebut adalah: 

Batuk

Bersin 

Pilek 

Hidung tersumbat 

Nyeri tenggorokan 

Sesak napas 

Demam 

Sakit kepala 

Nyeri otot 

Pencegahan dan pemberatasan : 

Memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk  mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah untuk  dikeluarkan. 

Mengonsumsi minuman lemon hangat atau madu untuk  membantu meredakan batuk. 

Berkumur dengan air hangat yang diberi garam, jika  mengalami sakit tenggorokan. 

Menghirup uap dari semangkuk air panas yang telah  dicampur dengan minyak kayu putih atau mentol untuk  meredakan hidung yang tersumbat. 

Memposisikan kepala lebih tinggi ketika tidur dengan  menggunakan bantal tambahan, untuk melancarkan  pernapasan. 

f. Campak  

Penyebab : virus paramyxovirus 

Masa inkubasi : 7-14 hari  

Cara Penularan  

Penularan dapat terjadi jika menghirup percikan air di udara  dari bersin, batuk, atau ludah yang mengandung virus dari 

penderita. Selain itu, menyentuh barang yang terkontaminasi  virus juga bisa menyebabkan Anda mengalami peyakit ini. Gejala-gejala : 

Demam tinggi yang semakin parah 

Sulit dibangunkan 

Linglung atau terus menerus mengigau 

Kesulitan bernapas dan keluhannya tidak membaik setelah  Anda membersihkan hidungnya 

Mengeluhkan sakit kepala parah 

Mengeluarkan cairan kuning dari mata 

Masih mengeluhkan demam setelah hari keempat ruam  timbul 

Terlihat sangat pucat, lemah, dan lunglai 

Mengeluhkan sakit telinga 

Pencegahan dan Pemberantasan : 

Banyak istirahat 

Batasi kontak dengan lingkungan sekitar 

Perhatikan asupan makanan  

Jangan takut mandi  

Minum banyak air putih 

Minum obat pereda nyeri  

b.) Penyakit Tidak Menular  

Diabetes 

Diabetes melitus merupakan penyakit di mana kadar  gula dalam darah meningkat. Hal ini di sebabkan oleh adanya  gangguan pada fungsi insulin. Bagi para penderita diabetes  melitus, tubuh mereka tidak bisa memproduksi atau merespons  hormon insulin yang di hasilkan oleh pankreas.

10 

Penyakit yang tidak menular ini mengharuskan bagi  setiap penderitanya agar tidak mengonsumsi makanan yang  mengandung zat karbohidrat terlalu banyak tetapi dalam kadar  yang seimbang. 

Rematik 

Rematik adalah penyakit yang tidak menular, yang  menyerang sendi, otot, tulang dan struktur di sekitarnya.  Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun  wanita, dewasa ataupun anak-anak. Rematik yang dikenal luas  di masyarakat merupakan jenis penyakit rematik yang  menyerang sendi atau yang dikenal dengan istilah arthritis. 

Penyakit rematik secara umum ditandai dengan gejala  peradangan pada sendi berupa kemerahan, bengkak, terasa  panas dan sendi sulit digerakkan. Rematik merupakan penyakit  menahun dengan gejala serangan silih berganti.Ada masa  ketika sendi menjadi lebih meradang secara tiba-tiba yang  disebut dengan flare, ada kalanya remisi atau masa-masa  dengan sedikit peradangan. Rematik dapat menyebabkan  kerusakan dan cacat permanen di persendian. 

Sariawan 

Contoh penyakit yang tidak menular berikutnya adalah  sariawan atau stomatitis aftosa (stomatitis aphtosa) adalah  suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada  mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan  dengan permukaan agak cekung. 

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab  munculnya penyakit tidak menular ini, seperti luka tergigit,  mengonsumsi makanan atau minuman panas, alergi,  kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan,  kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi  tubuh yang tidak fit.

11 

Stomatitis Aphtous/Ulcer bukan hanya disebabkan  karena kekurangan Vitamin C, namun sebaliknya SA dikenal  disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang  mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan  tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru). 

Hipertensi 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi  medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat.  Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras  dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh  darah. 

Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik  dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi  (sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan  darah normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik  (bacaan atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah)  60–90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus  berada pada 140/90 mmHg atau lebih. 

Penyakit yang tidak menular ini terbagi menjadi  hipertensi primer (esensial) atau hipertensi sekunder. Sekitar  90–95% kasus tergolong hipertensi primer, yang berarti  tekanan darah tinggi tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi  lain yang memengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem  endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi  sekunder). 

Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk stroke,  infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma  arteri (misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan  penyebab penyakit ginjal kronik.

12 

Osteoporosis 

Osteoporosis adalah penyakit yang tidak menular dari  

orang ke orang. Penyakit tulang ini mempunyai sifat-sifat khas  berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur  tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya  menimbulkan kerapuhan tulang. 

Depresi 

Contoh penyakit yang tidak menular selanjutnya  

adalah depresi atau dalam istilah medis disebut gangguan  depresi mayor, gangguan suasana hati yang dapat memengaruhi  pola pikir, perasaan, dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari.  Saat mengalami depresi seseorang akan merasa sedih, putus  harapan, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya  disukainya, atau menyalahkan diri sendiri. 

C. Cara Penularan Penyakit menular dan tidak Menular 

a. Penyakit Menular 

Penyakit menular dapat berpindah dari penderita ke orang lain dengan  cara-carasebagai berikut. 

a) Melalui Kontak Jasmani (Personal Contact) 

Kontak jasmani terdiri atas dua jenis, yaitu kontak langsung dan kontak  tidak langsung. 

Kontah Langsung (Direct Contact) 

Penyakit dapat menular kepada orang lain karena adanya kontak  langsung antara anggota badan dengan anggota badan orang yang  ditulari. Misalnya, penularan penyakit kelamin dan penyakit kulit. 

Kontak Tak Langsung (Indirect Contact) 

Penyakit dapat menular kepada orang lain melalui perantaraan  benda-benda yang telah terkontaminasi (tercemar) oleh penderita,  misalnya melalui handuk, pakaian, dansaputangan.

13 

b) Melalui Makanan dan Minuman (Food Borne Infection) Penyakit dapat menular melalui peran-taraan makanan dan  minuman yang telah terkontaminasi. Penyakit yang menular dengan cara  ini terutama penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saluran  percerna-kan makanan, seperti kolera, tifus, poliomye-litis, hepatitis, dan  penyakit-penyakit yang disebabkan oleh cacing. Di negara miskin masih  banyak orang menggunakan air yang tidak memenuhi syarat kesehatan  untuk keperluan rumah tangga sehingga penyakit-penyakit tersebut  seringkali ditularkan melalui air. Oleh karena itu, penyakit  tersebut dinamakan juga water borne diseases. 

c) Melalui Serangga (Insect Borne Infection) 

Penyakit yang dapat menular dengan perantara serangga, antara  lain sebagaiberikut. 

1. Malaria, yang disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan  oleh nyamuk Anopheles. 

2. Demam berdarah, yang disebabkan oleh salah satu virus dari  selotipe genusflavivirus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes  aegypti. 

3. Demam kuning, yang disebabkan oleh arbovirus dan  ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. 

4. Filariasis atau penyakit kaki gajah, yang disebabkan oleh  cacing Filaria bancroftiatau Filaria malayi, ditularkan  oleh nyamuk Culex fatigans. 

5. Penyakit saluran pencernaan makanan dapat ditularkan oleh  lalat yang dipindah-kan dari feses (kotoran) penderita ke  makanan atau alat-alat makan. 

d) Melalui Udara (Air Borne Infection) 

Penyakit yang ditularkan dengan cara ini terutama pada penyakit  saluran pernapasan, di antaranya sebagai berikut.

14 

Melalui udara yang mengandung bibit penyakitnya, misalnya  penularan penyakit TB. 

Melalui ludah ketika batuk atau ber-cakap-cakap, misalnya  penularan penyakit dipteri dan pertusis. 

D. Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular  

a. Penyakit menular  

Secara garis besar, usaha-usaha penang-gulangan penyakit menular  dapat dibagi dalam tiga golongan, yaitu usaha pencegahan (usaha  preventif), usaha pengobatan (usaha kuratiO, dan usaha rehabilitasi. 

Dari ketiga jenis usaha tersebut, usaha pencegahan penyakit  mendapat tempat yang utama karena dengan usaha pencegahan akan  diperoleh hasil yang lebih baik, serta memer-lukan biaya yang lebih murah  dibandingkan dengan usaha pengobatan ataupun rehabili-tasi. 

Upaya penanggulangan penyakit menular secara sederhana di  rumah dapat dilakukan dengan cara antara lain sebagai berikut. 

a. Mempertinggi Nilai Kesehatan 

Usaha ini merupakan pemeliharaan kesehatan pada  umumnya. Beberapa usaha di antaranya adalah: 

penyediaan makanan sehat secara kualitas maupun  kuantitas, 

perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan, seperti  penyediaan air rumah tangga yang baik, perbaikan cara  pembuangan sampah, kotoran dan air limbah, dan  sebagainya, 

pendidikan kesehatan kepada masyarakat, dan 

usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan  kepribadian yang baik. 

b. Memberikan Perlindungan Khusus terhadap Penyakit Menular

15 

Vaksinasi untuk mencegah penyakit-penyakit menular. Isolasi penderita penyakit menular. 

Pencegahan terjadinya kecelakaan, baik di tempat-tempat  umum maupun di tempatkerja. 

c. Mengenal, Mengetahui, dan Mengobati Penyakit secara Cepat dan  Tepat 

Tujuan utama dari usaha ini adalah sebagai berikut. 

Pengobatan yang setepat-tepatnya dan secepat-cepatnya  dari setiap jenis penyakit sehingga dapat dilakukan  penyembuhan yang sempurna dan segera. 

Pencegahan penularan kepada orang lain. 

b. Penyakit Tidak Menular  

PTM dapat dicegah dengan cara mengendalikan faktor  risiko yang diyakini menjadi penyebabnya. Kegiatan pengendalian  faktor risiko PTM bertujuan untuk mendorong agar mandiri dalam  penerapan gaya hidup sehat melalui perilaku 'CERDIK'. Mari kita  berkenalan dengan pola perilaku 'CERDIK' untuk mencegah  penyakit-penyakit ini : 

C ( Cek Kesehatan Secara Rutin ) 

Baik disadari ataupun tidak, kita sering meremehkan  kesehatan. Kebanyakan orang baru akan memeriksakan dirinya  apabila mengalami keluhan atau bahkan ada orang yang tidak  mau memeriksakan dirinya sama sekali dengan alasan takut  ketahuan penyakit yang dideritanya.Banyak ditemukan orang 

orang yang memiliki tensi sangat tinggi masih melakukan  aktivitas seperti biasa hingga mendadak terkena  serangan stroke atau jantung atau bahkan meninggal secara  tiba-tiba. Oleh karena itu, jaga kesehatan kita dengan cara 

16 

merubah cara pandang mengenai kesehatan bahwa lebih baik  mencegah dan mengetahui sejak dini penyakit yang diderita  dari pada mengalami komplikasi dan susah diobati. 

Periksakanlah kesehatan minimal cek tekanan darah,  ukur lingkar perut, tinggi badan dan timbang berat badan  minimal sebulan sekali. Memonitor perilaku merokok, diet dan  aktifitas fisik yang dilakukan secara rutin dan periodik. 

E ( Enyahkan Asap Rokok ) 

Banyak jenis penyakit tidak menular yang berhubungan  dengan asap rokok. Kita juga sering mendengar  fenomena second smoker dan third smoker yakni perokok pasif  yang ikut beresiko terkena penyakit akibat terpapar asap atau  residu bekas rokok. 

R ( Rajin Aktivitas Fisik ) 

Menurut WHO, kurangnya aktivitas fisik merupakan  salah satu faktor resiko munculnya penyakit-penyakit tidak  menular. Pembinaan jasmani sangat penting untuk dilakukan  sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan.  Agar tubuh kita semakin sehat dan bugar, disarankan  melakukan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari. Bagi  orang yang memiliki kesibukan dan tidak sempat berolahraga,  dapat memilih aktivitas yang mendukung fisik bergerak aktif. 

D ( Diet Seimbang ) 

Diet seimbang adalah pola konsumsi makanan yang  mengandung zat gizi dari jenis dan jumlah yang sesuai dengan  kebutuhan tubuh termasuk pemilihan bahan makanan yang  tidak mengandung pengawet, makanan rendah gula, rendah  garam, tinggi serat dan kalori seimbang. Beberapa penelitian  menunjukkan bahwa dengan memperbanyak konsumsi buah 

17 

dan sayur dapat menekan kadar tekanan darah tinggi dan  kolesterol, juga dapat menurunkan resiko kegemukan. 

I ( Istirahat Cukup ) 

Tidur adalah kebutuhan dasar setiap orang. Tidur yang  cukup diharapkan bisa menjaga kesehatan tubuh. Karena itulah  setiap orang harus memenuhi kebutuhan tidur yang durasinya  disesuaikan dengan usia. Pada usia produktif, orang dewasa  membutuhkan 7-8 jam tidur setiap harinya 

K ( Kelola Stres ) 

Stres adalah suatu keadaan berupa respon sesorang  terhadap situasi yang diterimanya sebagai tantangan atau  ancaman. Seseorang yang mengalami stres umumnya  merasakan perasaan tertekan, cemas, letih, takut dan depresi.  Hal-hal yang dapat mengurangi stres dengan selalu berfikir  positif, berusaha sabar dan ikhlas, meningkatkan ibadah dan  mensyukuri nikmat Tuhan YME.

18 

BAB III 

PENUTUP 

A. Kesimpulan 

Penyakit menular ialah penyakit yang dapat berpindah dari seseorang  ke orang lain. Penyakit dapat ditularkan baik melalui kontak langsung dengan  penderita, melalui binatang perantara, udara, makanan dan minuman, atau  benda-benda yang sudah tercemar oleh bakteri, virusatau dikarenakan oleh  lingkungan yang tidak sehat. Beberapa contoh penyakit menular yang  bersumber dari lingkungan tidak sehat adalah seperti, Penyakit Tifus, penyakit  Kolera,demam berdarah, saluran pencernaan, dll. 

Cara pencegahannya yaitu dengan mempertinggi nilai kesehatan,  memberikan perlindungan khusus terhadap penyakit menular, mengenal,  mengetahui, dan mengobati penyakit secara cepat dan tepat, serta menjaga  pola hidup sehat dan bersih. 

Berbagaimacam penyakit tidak menular,Jangan lupa terapkanlah pola  hidup sehat dengan menjaga kondisi tubuh dan menjaga kebersihan makanan  sehari-hari. Cara sederhana ini merupakan suatu langkah bijak agar terhindar  dari bahaya penyakit menular dan tidak menular. 

B. Saran 

Dalam menjalani hidup sehari-hari kita sebaiknya selalu  mengedepankan kesehatan tubuh, kebersihan lingkungan dan jiwa kita karena  sehat itu nikmat dan juga ada pepatah yang mengatakan bahwa seseorang  tidak akan menghargai kesehatannya sendiri di saat ia masih sehat. Begitu  pentingnya kesehatan sehingga ada orang yang rela membayar milyaran  rupiah untuk kesehatan dirinya di saat dia sakit. 

Makalah ini hanyalah sebagai acuan dan bahan pembelajaran yang  mungkin masih banyak kekurangannya, maka dari itu kritik maupun saran  yang sifatnya membangun sangat kami harapkan

19 

DAFTAR PUSTAKA 

http://cari-carimakalah.blogspot.com/2017/01/makalah-penyakit menular.html?m=1 

Bradshaw, D dkk. Non-Communicable Diseases – A race against time.  

Kementerian kesehatan RI. 2014. Pedoman Gizi Seimbang 2013. Jakarta:  Kemenkes RI. 

https://www.bernas.id/50469-cara-cerdik-mencegah-penyakit-tidak-menular mulailah-dari-sekarang.html 

https://hellosehat.com/penyakit/penyakit-campak/ 

https://www.alodokter.com/ispa 

https://hellosehat.com/penyakit/infeksi-saluran-pernapasan/ 

https://www.alodokter.com/penyakit-menular-yang-umum-di-indonesia

20 

BIODATA ANGGOTA 

1. NAMA : AGNA FATIMAH ILMIH NIM : 1831040005 

TTL : BARRU, 13 MEI 2000 NO.HP : 082349741050 

JURUSAN : PJKR 

POSISI : MODERATOR 

2. NAMA : JEIKA PURNAMA NIM : 1831040015 

TTL : PALOPO, 24 FEBRUARI 2000 NO.HP : 082346270363 

JURUSAN : PJKR 

POSISI : ANGGOTA 

3. NAMA : ANDI NUR AULIA AM NIM : 1831040025 

TTL : BATU-BATU,28 JUNI 2000 NO.HP : 082293015117 

JURUSAN : PJKR 

POSISI : NOTULIS

21 

4. NAMA : ANUGRAH WAHYUDIONO NIM : 1831040039 

TTL : BELOPA, 19 NOVEMBER 2000 NO.HP : 082261520389 

JURUSAN : PJKR 

POSISI : ANGGOTA  

5. NAMA : MUH AZWIR KADIR NIM : 1831040050 

TTL : - 

NO.HP : 081356530402 

JURUSAN : PJKR 

POSISI : ANGGOTA  

6. NAMA : ISWARI SUSANTI NASIR NIM : 1931044003 

TTL : GOWA, 01 OKTOBER 1992 NO.HP : 085256137388 

JURUSAN : PJKR 

POSISI : PEMATERI

22 

7. NAMA : MUHAMMAD HAKIM AZRA NIM : 1931044006 

TTL : WATAMPONE,19 SEPTEMBER 1995 NO.HP : 085242335766 

JURUSAN : PJKR 

POSISI : PEMATERI

23 

DAFTAR ISI 

KATA PENGANTAR ................................................................................ ii DAFTAR ISI............................................................................................... iii 

BAB 1PENDAHULUAN ........................................................................... 1 

a. Latar Belakang.............................................................................. 1 b. Rumusan Masalah......................................................................... 1 c. Tujuan Penulis .............................................................................. 1 d. Manfaat Penulisan......................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 3 

a. Pengertian Penyakit Menular dan Tidak Menular ........................ 3 b. Apa Saja Jenis Penyakit Menular dan Tidak Menular.................. 5 c. Bagaimana Cara Penularan Penyakit Menular ............................. 13 d. Bagaimana Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular ... 15 

BAB II PENUTUP...................................................................................... 19 

a. Kesimpulan ................................................................................... 19 b. Saran ............................................................................................. 19 

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 20 BIODATA ANGGOTA.............................................................................. 21 

24 

iii

KATA PENGANTAR 

Ucapan puji-puji dan syukur semata-mata hanyalah milik Allah SWT. Hanya kepada-Nya lah kami memuji dan hanya kepada-Nya lah kami bersyukur, kami meminta ampunan dan kami meminta pertolongan. 

Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi agung kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjukan Allah SWT untuk kita semua, yang merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta. 

Dengan hormat serta pertolongan-Nya, puji syukur, pada akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah “Penyakit Menular & Tidak Menular" dengan lancar. Kami pun menyadari dengan sepenuh hati bahwa tetap terdapat kekurangan pada makalah kami ini. 

Oleh sebab itu, kami sangat menantikan kritik dan saran yang membangun dari setiap pembaca untuk materi evaluasi kami mengenai penulisan makalah berikutnya. Kami juga berharap hal tersebut mampu dijadikan cambuk untuk kami supaya kami lebih mengutamakan kualitas makalah di masa yang selanjutnya. 

Makassar, 16 September 2019 

Penulis 

25 

ii


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SDN 24 Lapajung Ikut Berpartisipasi dalam Perkemahan Kwarran Lalabata

Pertandingan Persahabatan Pickleball: IPF Soppeng Menjadi Tuan Rumah Laga Silaturahmi Bersama IPF Majene Sulbar dan FIKK UNM Makassar

Gerak Jalan Balita SDN 24 Lapajung Tampil Memukau di Perayaan SD HUT RI ke-80